Rabu, 28 Januari 2015


Sering Diremehkan Senior di PDIP, Puan: Dibilang Titipan, Padahal Saya Belajar

Tya Eka Yulianti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kehadiran Puan Maharani dalam kabinet pemerintahan Jokowi-JK kerap kali dinilai karena mendompleng nama ibunda yang tak lain ketua PDIP yang menjadi partai pengusung Jokowi-JK. Puan pun mengeluhkan anggapan itu di depan ratusan hal ini di depan peserta Ekspedisi NKRI 2015 dan Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo saat memberikan pembekalan di Markas Pusdik Kopassus Batujajar Kabupaten Bandung Barat

Dalam kunjungannya ini, Puan sempat bercerita tentang minimnya kaum hawa yang terjun di dunia politik.

"Kadang saya dalam melakukan kegiatan ini selalu berpikir kenapa ya perempuan sedikit sekali. Saya sebelum masuk eksektutif di legislatif. Tidak banyak perempuan yang jadi pimpinan parpol. Kenapa ya engga ada perempuan yang mau masuk ke wilayah yang 90 persen laki-laki. Padahal perempuan mampu berkompetisi. Saya bukan bicara emansipasi tapi keseimbangan," katanya.

Ia menceritakan perjalanan kariernya yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dulu, ia bercita-cita menyelesaikan sekolah, menikah dan menjadi ibu seperti halnya perempuan kebanyakan.

Namun, di perjalanan ia mulai merintis karier di dunia politik. 15 Tahun ia lewati jatuh bangun untuk meraih karier politiknya. Tak jarang, ia merasa diremehkan terlebih saat menjabat sebagai menteri karena dicap sebagai 'titipan ibu'.

"Senior saya yang sudah 2 periode di DPR selalu mengatakan sesuatu yang membuat saya sedih. Dibilangnya saya ini titipan, anak kecil, atau karena saya perempuan. Kenapa harus seperti itu, padahal saya belajar supaya bisa sampai seperti itu. Kebetulan saja saya bisa kenal semua orang karena teman-teman orang tua saya," kisahnya.

Karena itu, pada anggota ekspedisi yang didominasi oleh kaum hawa itu, ia memberi semangat agar bisa membuktikan diri bahwa perempuan pun mampu seimbang dengan laki-laki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar